Antara Profesionalisme dan Anti Suap
Sunday, July 31st, 2005Aloasan seseorang untuk bekerja lalu mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya berbeda-beda. Kepuasan kerja? Bertahan hidup? Meski kita memilih salah satu dari hal di atas kadang saya juga sering mengambil jatah yang bukan milik atau pun hak saya. Idealnya saya ambil seperlunya jatah dan hak saya, agar kita beri ruang bagi kehadiran orang lain?!
Case 1. Di kantor saya yang kebetulan adalah setiap bulan sekali ada acara perayaan internal. Itu artinya habis upacara kelulusan ada prasmanan katering dengan makanan yang enak-enak. Suatu kali teman saya yg habis bertugas menjadi MC, keki berat nggak dapat jatah makan. Karena begitu selesai acara, nggak lama kemudian makanan habis dibungkus-bungkus oleh staf lainnya. Salah satu atasan kami yg tahu peristiwa tsb cuma bisa bilang, "Menyedihkan sekali budaya bungkus membungkus di kantor kita."
Case 2. Waktu saya baru lulus SMP, saya memang berkeinginan untuk masuk SMA favorite. Artinya buat saya, saya harus lulus tes masuk dulu. Hal ini bukan yang luar biasa, karena ini saya lakukan setiap ada ulangan 2 minggu sekali atau test tiap term atau pun saat ujian kelulusan SD dan SMP. Dan saya yakin akan kemampuan diri, kalau usaha belajar tentunya. Tapi saya heran ketika beberapa hari sebelum ujian masuk orang terdekat mengajak saya bertemu kepala sekolah tersebut. Saya tanya untuk apa? Beliau tidak menjawab. Belakangan, saya hampir lari pulang ke rumah, karena stl bincang2 sebentar dengan bahasa daerah seorang staf yg kami temui bilang, "… yg plg memungkinkan itu klo bisa bayar sekian-sekian…" Berulang saat lulus SMA saya memutuskan masuk Akademi Sekretaris. Lagi-lagi beliau menyatakan keinginan untuk ketemu kepala akademi sebelum saya masuk. Trauma, saya bersikeras melarang, untungnya ybs tidak ada di tempat. Selamat, kata saya dalam hati.
Di masyarakat kita sudah jadi rahasia umum, kalau ada sebagian2 orang yang pro kontra terhadap briberry/ korupsi. Ada yang sudah menganggap dosa struktural ini tidak bisa dihindari lagi jadi ya ikut saja. Tapi ada juga sebagian yang karena lebih melihat ruginya daripada untungnya untuk jangka panjang, memilih untuk bekerja lebih profesional, bertingkah laku dan berbisnis lebih etis.
Ada lembaga yang khusus mendanai kegiatan penyadaran transparansi yang sudah menjalin kerja sama dengan beberapa institusi, memerangi briberry ini, kerja sama dengan perusahaan beberapa di antaranya adalah media massa dan institusi pendidikan. Hasilnya adalah beberapa buku yaitu prinsip anti suap, modul training penyadaran dan buku studi kasus: contoh perusahaan yang sudah memerangi suap.