Mengapa Hawa dulu Menggoda Adam?

March 20th, 2008 by rediningrum

Sebelum dan seusai saya menonton teater Sidang Susila karya Ayu Utami dan Agus Noor, masih belum hilang pertanyaan "Mengapa dulu Hawa menggoda Adam?" Tentunya semua tahu tentang cerita itu, karena kurang lebih ceritanya sama, meski dimuat di kitab suci yang berbeda, hanya beda nama tokoh sedikit, disesuaikan dengan budaya generasi sebagai rantai penerus infonya.

Apakah karena dulu Hawa yang lebih dulu makan buah terlarang dan bukan Adam, lalu sampai abad modern ini wanita lebih sering disalahkan kalau ada pikiran mesum, meskipun pikiran mesum itu ada di kepala pria?

Harusnya yang dipenjara adalah pikiran seseorang, kalau bisa, dan kita menciptakan alat yang bisa membuktikan adanya pikiran mesum itu. Entah pada pria atau wanita. Toh yang membedakan hanya alat reproduksinya. Sementara kesempatan untuk memperoleh stimulus seksual sekarang ini kurang lebih sama, di dunia yang katanya semakin liberal ini. Ini tentunya dengan asumsi bahwa manusia tidak bisa memanage syahwat.

Berkhayal

March 20th, 2008 by rediningrum

Ada yang bilang bengong sendirian itu uenak. Belum ada yang bilang bengong rame-rame itu enak juga. Sebenarnya yang bikin ga enak kalau sadar belakangan ternyata bengong nya itu ga bisa produktif.

Ingat kata-kata seorang jurnalis lumayan punya nama, klo terlintas ide mo nulis sesuatu, tulis dulu di secarik kertas biar ga ilang. Tapi kalau ga muncul2, ya jengkel juga. Kadang ide itu bisa muncul di mana aja, kadang di kamar mandi, di boncengan motor, bahkan saat bergelantungan di busway.

Kadang ga lagi sendirian juga bisa bengong karena sambil mendengarkan, kita berpikir kenapa jidat seorang itu lebar, mengapa lobang hidungnya gede, atau apa arti tahi lalat di atas dagu kanan, atau mengapa mata orang ada yang kecil sebelah dan mengapa-mengapa.

Seorang teman pernah menegur dengan keras ,"Inge suka berkhayal," tapi lalu saya menjawab dalam hati,"Emang dosa?"…Tapi saya tersentuh ketika seorang teman lainnya ‘menampar’ saya dengan keras…

"Nge, kamu sedang mikirin si Anu, ya."

"Ya"

"Kamu sering ketemu dia ga?"

"Ga"

"Pernah ngobrol sama dia ga?"

"Ga"

"Ada ga kegiatan yang bisa membuat loe ketemu dia?"

"Ga"

"MENDINGAN LOE LUPAIN DIA DEH NGE"

"Iya seh"

Tapi sayangnya ingatan itu datang lagi… dan aku harus ditampar sekali lagi huhuhuhuhu…

Masa depan yang banyak pilihan

December 31st, 2007 by rediningrum

Baru semangat ngeblog lagi, dear friends ;). Ceritanya sekarang, karena ngefans sama Mario Teguh di Ochannel, banyak orang kurekomendasi untuk nonton :) Mudah-mudahan ini bukan lantaran selera klo aku bilang kata2 Mario tu bagus, tapi memang ngena buat semua orang. Berharap gitu buat semua orang yang kurekomendasi, tapi belum ada yang share soal semangat yang ditimbulkannya tuh … hiks… Seenggaknya pendeta waktu perayaan natal kemaren juga sama2 fans beratnya, dia bilang, apa si MARIO TEGUH itu Proffesor ya, kok pinter ngomong gitu… Ga ada titel yang dia sandang, dan bw gue, orang2 yang ga mau ada titelnya adalah orang2 yang sederhana dan rendah hati tapi terbukti smart..Friends, aku tetap sadar, klo ini soal selera, ga bisa dipaksakan..tapi klo penasaran, nonton aja dulu ;) ini bukan karena aku punya stasiun tv nya, just share..

Salah satu yang menarik buat kyu saat ini waktu Mr. Teguh bilang masa depan yang cerah adalah masa depan yang banyak pilihan. Anak orang kaya yang diwarisi kekayaan or perusahaan bapaknya belum tentu masa depan nya kaya karena dia cuma punya satu pilihan… Jadi friends yang multi talented, punya networking bagoes, harusnya seneng yah klo punya kesempatan buat mengembangkan potensi itu dan bebas untuk menjadi apa aja :)

Dear Amigos, Hadapi tahun baru 2008 ini dengan ceria, smile, optimis, buat diri kita dan tularkan ke orang lain..

SELAMAT TAHUN BARU 2008

Doa sukses selalu untuk AMIGOS di mana pun berada…

Berebut Buswai

September 14th, 2007 by rediningrum

Pindah kantor bisa berarti pindah pengalaman bertransportasi. Kalo sebelumnya bisa tenang-tenang duduk di ojek pribadi saat berangkat mau pun pulang, sekarang mesti berebut ruang dengan sesama pengguna buswai yang kontroversial itu. Ada beberapa larangan yang tidak tertulis loh…

1. Dilarang bau badan: isi buswai yang berjubel menyisakan sedikit oksigen untuk masing2 penumpang. Bayangkan klo mesti menghirup bau2 ga enak… hmmmppphhh

2. Dilarang bawa tas gede: nambah sempit deh

3. Dilarang kentut: lihat no 1.

4. Dilarang bawa anak: klo kasihan sama anak sendiri

5. Dilarang berbadan gede: lihat no 2.

sayangnya meski udah sering berdiri, masih juga ga tambah tinggi.

Kangen Ma Bosss

September 23rd, 2006 by rediningrum

Nyonya Nyengir

Aku kangen sama boss yang ini, ga banyak omong, paling sering nyengir…Klo sekali-nya ngomong, ceplas ceplos. Punya anak satu seperti kembarannya waktu muda…

Sore itu waktu Bossku dateng, aku sambut dengan sukacita. Udah 2 minggu ga dateng ke kantor karena ke luar kota, konferensi plussss diving (nyelam)… Langsung biasa, aku kasih asupan kopi panas kesukaannya.  Dia satu dari 3 bossku: yang satu ruangnya tepat dibelakang mejaku, satu di lantai 2 dan satu di samping kiri. Dia satu2nya boss cewek, panggil dia Miss Diving, karena doyan sekali diving… punya jadwal diving yang gak boleh g ganggu gugat…Dia most wanted personku, karena paling jarang dateng karena most wanted person juga di luaran untuk urusan metolit (metode penelitian) ….Orang2 bilang, dia mirip aku atau sebaliknya pokoknya katanya sih gayanya yang cuek dan potongan rambut…Bedanya dia S3 gue D3, bedanya lagi..? banyak.. ga sama seh sebenarnya orang2 aja yang bigossss…Katanya gue adeknya Miss Dive, beda bapak ibu tapi satu office boy……Satu2nya boss yang bikin soal pake SMS saat dia ada di laut…atau langsung dikte by phone dari Singapura…

Satu hal yang aku belajar abis dari dia itu, soal lingkungan, etika, lisensi dan hak ciptaDi Indo ga banyak orang menghargai itu, jadinya malah orang cuma nangkep bahwa Ibu gue ini sensi; padahal yang lebih penting bukan itu…Orang Indo mayoritas ga suka, atau ga mau berproses, maunya cari gampang, gitchu, jadi dia paling antipati sama orang terlebih mahasiswa yang plagiat, njiplak hasil karya orang… Klo barang bajakan di Indo juga banyak ya, sinetron dan reality show yang njiplak ide dari luar juga banyak… apa ga banyak orang Indo yang keatif… Trus dia paling ga mau terima pemberian mahasiswa, karena mahasiswa berhasil karena proses bimbingan itu sendiri bukan sekadar budi baik dosen. Salah satu bentuk integritasnya yang lain: meminimalisir penggunaan kertas karena udah terlalu banayk pohon yang ditebang.

Satu hal yg bikin sensi Ibu gue membuat dia males datang kayana; dia bilang,"Proyeknya dipake, orangnya ditendang!", meski realitasnya dia memang sedang lebih banyak ‘terpakai di tempat lain… Banyak yang nanyakan dia di kantor karena term ini beliau ga dikasi ngajar…

Tuan Senyum

Dia satu2nya yang profesor di kantor, moody dan gampang naik darah. Hari ini bilang iya, besok bilang enggak. Tapi full senyum…dan makannya banyak, bimbingannya banyak. Beliau sering kasih kue yang tersedia di ruangannya…

Satu hal yang aku belajar dari dia, soal berbasa basi, beramah tamah…

Tuan Serius

Dia paling tua dan workaholik, sehari sebelumnya muntaber besoknya udah masuk ngajar… Pulang kampungnya ke Amerika karena semua anaknya tinggal di sana… Sangat teliti, klo kasih uang bayar fotokopi suka kasih passs, berikut logam ratusannya. Klo ngomong bernada nuduh tapi dia memang selalu analitis: what behind this and that…

tapi suka becanda juga lho,

" Inge mana?"

"Ga tahu Pak, katanya ke perpus" temen seruangan jawab

"Udah dicari di kolong?"

Pagi2 buta udah dateng dan pulang saat matahari udah pulang. Satu hal yang aku belajar dari dia soal ketekunannya terutama klo cari artikel di web, ketelitiannya dan give more expect less

Yuni, Yuni dan Yuni

September 23rd, 2006 by rediningrum

Punya temen yang namanya Yuni? Ada tiga orang temanku yang namanya sama, sama2 ga ada di FS dan menurutku sama2 concern juga sama aku… Jadi aku mo tulis tentang mereka meski pastinya ga tuntas…

Yuni Manibus

Dia seseorang yang pasti aku jemput untuk bareng ke gereja, waktu masih tinggal sama ortu di blok Q. Manibus itu nama bapaknya, dulu kami suka becanda panggil2 nama ortu masing2. Dulu jadi tetangga sekarang jadi tetangga lagi saat aku udah nikah. Orangnya asyik buat ngobrol, dan saling update perkembangan teman2 masa kecil yang kami masih sering ketemuan…  Adiknya paling kecil yang paling rajin panggil2 aku, sekarang udah gede…

Yuni Hendrik

Hendrik nama bapaknya juga he..he.. Kecil item kriting.. Jago nyanyi dan memprovokasi orang… tepatnya diandalkan banyak orang juga. Dia sebel banget klo aku pacaran sama orang yang serius, karena sebelumnya dia sempat rekomen orang yang tukang becanda. Asuik si, tapi ga jelas prinsip hidupnya =P  Dia bilang "Iya, Nge, dia seriuuussss banget." 

Yuni Room O

Nama yang ada di phone book di HP, aku taruh gol darah dia: O. Dia sempat nawarkan diri untuk sumbang darahnya waktu hb ku cuma 6. hihihi, mana tega dianya cungkring begitu…

Teman curhat, twin soul gue sebelum ketemu yg sekarang hihihi. Paling jago nasehatin soal kesehatan, terutama saat aku ada masalah ma uterus dan usus. Khusus keep up keadaanku dengan sms-nya…

Jadi klo aku cerita tentang Yuni, misuaku tanya, Yuni yang mana?

       

Harapan

April 7th, 2006 by rediningrum

Beberapa waktu lalu saya jenguk karyawan kantor yang sakit di ke daerah Bekasi.

Pak Satpam kami sakit batu ginjal karena jarang minum tapi sering menahan pipis. (Jadi alarm buat diri sendiri seh kalau kerjaan lagi seabrek-abrek). 

Jarak jauh dan semakin jauh karena macet. Buruh2 atau orang-orang gajian demo UU Tenaker.  (Sibuk bener ya orang Indonesia bikin peraturan?! Peraturan yang pasti mengikat erat-rat terutama buat orang kecil. ) Biar mobil ber-AC peluh ngucur. Panas matahari menembus kaca mobil kantor.

Sepulangnya kami melewati kompleks perumahan: kenapa nama kompleks di Bekasi banyak yang pakai Harapan? Harapan Baru, Harapan Indah, Ujung Harapan…    Oh ya orang hidup mesti punya harapan, punya semangat meski dari sudut logika segala sesuatu serba nggak mungkin. Tapi orang hidup nggak cuma pakai pikiran, juga hati, perasaan, dan semua itu asalnya dari kuasa yang lebih besar dan mengatasi kita… Hmmh. Bagus juga nama HARAPAN, supaya orang-orang Bekasi harus tetap punya harapan, meski tiap hari capek jarak rumah- kantor jauh =). Tetap semangat!    

Amigos En El Senor 2

March 31st, 2006 by rediningrum

Nggak tahu ada angin apa, dalam beberapa hari ini tepatnya semingguan ini, teman-teman lama bermunculan. Tidak fisik seh, cukup dengar suara aja udah seneng.

Si Cuek

Si cuek ini sekarang tinggal di Tebingtinggi. Dia cuma ketawa aja waktu pertama kali aku sms

"Ini sapa?"- "Inge"- "Inge sapa?"- "Inge yang temennya situ, yang kalau datang ke rumah adeknya nggak dibukain pintu. Padahal situnya duduk di sebelah pintu"- "Oohh si itu, apa kabar Nge?!"

Tadi malam telpon dia lewat hp adeknya, sedang di Jakarta.

"Halo bisa bicara dengan Romo Bobby?" "Sebentar ya" BASI yang jawab itu dia sendiri… hi.. hi.. "Gimana tambah kurus apa gemuk, tambah item atau putihan? Masih kriting apa… eh rambut loe itu dulu kriting apa ikal ya?!" "Gue ikal, yang kriting itu bapak gue, jangan salah." "lagi liburan?" "Iya lagi bisnis nih g, mau inves ga?" "Mau tapi angka nol aja yang banyak ga ada angka lainnya. Jadi Rp nol nol nol"

Si Jongging Sore  

Ibu satu ini sering ngajak aku jalan, jogging sore, ke rumah kakaknya yang seabrek itu, jadi sapu tangannya, jadi tempat sampahnya dan jadi brankas rahasianya.  Srrrrt. "Bebek udah melahirkan Nge. Kita nengok yuk?!"

Si Edelweiss

Waktu aku kabari Bebek udah melahirkan, komentarnya "wah berasa tua aku" Dia yang kasih aku bunga edelweiss tapi aku buang he..he.. karena nggak baik kalau ketahuan pecinta alam.        

Banjir Selokan

February 11th, 2006 by rediningrum

Begitu buka pintu kos depan, hmmph, bau lembab di mana-mana. Pulang nyekar dari Yogya kemarin, rupanya ada banjir lokal. Seperti yang pernah kejadian sebelumnya, air selokan belakang naik dan masuk kamar gara-gara hujan deras. Roomate-ku yang malang rupanya sudah beres-beres, air sudah dibuang jauh-jauh, tapi pasir2nya masih terasa di kaki. Sisa long-march kemarin masih berbekas, ngantuk abis.         

Miss Emperor cuma bilang, "Oooh, semuanya juga begitu kok, di rumah juga kebanjiran.." Masih belum ada solusi sampai 3 tahun di kos ini.

Untungnya, buku-buku sudah aman masuk container seharga 70 rebu kemarin. Pertimbangannya supaya buku2 lebih terawat nggak lembab. Risikonya saat aku beres2 berulang kali ditanyai mereka yang curiga, " Kapan mau pindah?" Siapa yang bilang mau pindah? Ditambah lagi roomate yang sudah beri ultimatum, Mbak, pokoknya abis loe merit, loe harus udah pindah, soalnya g mau masukin cowok g ke kamar kalau dia datang dari Kendari ke Jakarta.  Biar dia bisa nginap sini." Nah lho.

Cipiki-Cipika

January 7th, 2006 by rediningrum

Bangun pagi, ada rencana mau dateng ke misa pernikahan temen: jam 8 pagi. Kemarin masih sempat berdebat sama Mas: serba nggak mungkin, pertama kepagian, kedua jauh banget di Kranji, Bekasi. Tapi ya, sebenarnya yang nggak mungkin itu: bangun paginya, he..he…Roomate sempat terheran-heran, kenapa bangun2 aku langsung ambil dan buka peta, belum sikat gigi apa lagi mandi.

"Emang misanya jam berapa Mbak?"

"Jam 8 pagi"

"Hah?!"

Di peta itu ada lurusan jalan Pemuda, nama jalan yang aku kenal, abis itu aku nggak bisa bayangin lagi tepatnya arahnya dan dimana. Nanti aja biar si Mas yang kira2. Aku tandai aja halaman petanya srreeeerrt di 58. Huaaahhhm, masih ngantuk nih, antisipasinya cepet2 mandi, untung hari Sabtu ini banyak yang libur.

Buka lemari, sperti janjian kemarin, mau pakai baju warna peach,  kebaya yang baru sebulan lalu selesai dijahit Pak Kumis, bahan dari Ibu. Aku ambil sekalian sama bustiernya. Tambah gendut nggak ya? Kalau iya kan melendung di sana-sini: males. Bawahannya celana item, sepatu pantovel item dan kaus kaki item: kelihatannya nanti ada yang protes.

Buka aksesoris box, ketemu anting boho yang kemarin dikasih mahasiswa S1 sepulang dia dari proyek WTO di Srilanka. Nggak jauh beda modelnya sama anting2 boho lainnya, tapi bentuknya lebih ramping dan warnanya nggak terlalu mencolok.   Apa lagi ya? Lipstik, pensil alis, maskara, blush on,  bedak, kuas, "Pinjem sisir dong", yang terakhir ini yang paling sering ilang.

Sepanjang jalan 3 kali buka peta, satu kali tanya orang, mastiin jalan. Sampai sana kepagian, tidak ada tanda kehidupan kecuali gereja yg terbuka dan kursi2 yang ditata rapi..

"Yudho jadi nikah nggak nih?" tanyaku setengah becanda. Telpon temen2 yg lain, yang jawab Veronika.

"Coba telpon Busono!" kataku cepat2.

"Hah, masa telpon mantennya seh?’ kata Mas tersadar setelah pencet nomor si manten pria.

Nggak lama ada rombongan datang, menyusul manten, tapi ya bener perkiraanku, nggak jadi jam 8. Jadilah beliau nikah, "Oooh, Busono sukanya sama yang imut2 ya," komentarku seadanya. Mas sempet menitikan air mata: selalu ingat temen jaman susah. Uniknya pas acara sungkeman, yg ada cipiki-cipika (cium pipi kiri dan kanan) aja, nggak pake sungkem…